Petang Ini

heningku
petang ini
menunggu benderang
cahaya

tangisku
petang ini
memeberi jawab
tentang semua

aku tak ingin pulang
memasuki
ruang-ruang yang beriak

aku tak ingin pulang
ke tempat penat
nan gaduh

langkahku ingin
menyusur ombak
menatap senja

pandanganku ingin
menatap angkasa
di terjal pegunungan

andai,
waktuku yang sendiri
bis amembawaku
pada mereka

sekedar mengisah
pada rerumputan
atau sepoi angin
yang hanya bisa
mendengarkan

10 Maret 2010
*yang ketika deraiku semakin deras*

Ku Mohon

jika cintaku
memang tak bisa
bersua setiap saat

kumohon,
sabarkan hatiku

jika cintaku
sebagai naungan
dari kisah-kisahku

kumohon,
sergaplah kata-kataku

jika cintaku
memang perlu
menimbun rindu

kumohon,
berilah aku
kesempatan bersendiri

agar aku terbiasa
menjalani
tanpa disisimu

jika cintaku
benar adanya
jangan izinkan
rinai berderai lagi

Kunang-Kunang

seribu bintang
malam ini
menyamai kunang-kunang
yang menjelajah di pinggiran sungai

kisahmu datang padaku
saat kita
terduduk diatas bebatuan

kau membantuku menghitung bintang
menggapai kunang-kunang
hingga lelah

kau buat rembulan tertawa
dan sungai beriak penuh haru

kau masih bersamaku
dalam langit berbintang
penuh kunang-kunang

kuharap tetap
begitu
meski kunang-kunang
tak pancarkan sinar lagi

Tepat Di Pangkuanku

Kau menghilang saat ombak berderu
Menyaring pasir-pasir
Kau ambil kesempatan itu untuk pergi jauh
dengan cepat, sekjap tak terpandang

Kau tertunduk sendirian
tanpa bahagia
ditengah ombak

dan
kau bisikkan
satu kata yang menggetarkan

bahwa kau akan pergi
selamanya
Bersama angin melayang
dalam ucapan lirih, kau terjatuh
Tepat dipangkuanku

Kabar Hujan

Kukabarkan pada angin
Lewat kicauan doa pagi itu
Kubisikkan pada langit
Akan kerinduanku pagi itu

Kuhembusakn lewat dedaunan
yang memeberi kehidupan
Kulantunkan pada hujan
yang memberi kejernihan

Engkau menatap langit
Mengadah dan…
Terbasuh oleh air matamu sendiri

Sementara aku
Sibuk memberi kabar
Diatas sana kutatap kau

Lalu..
Pagi itu kukabarkan
Sepucuk surat hujan untukmu

Engkau Ada

Langit berbintang ada
Yang kau katakan
yang kau bisikan
Lautan harapan disana

Masih dibalik senandung
yang kau nyanyikan
yang kau ucapkan
Menunggu aku benderang

Terasa begitu tentram
yang kau berikan
yang kau tanamkan
Teguh hati dalam suram

Kini baru sampai
yang kau maksudkan
yang kau tujukan
Keindahan yang bersembunyi

Makna Kata

Aku menanti sepi
Menunggu Sunyi
Meski semua harus pergi
Biar aku nanti sendiri

Menatap seraya berdiri
Menunggu esok berganti
Saat aku menyusuri
Setiap kata tanpa arti

Biarkan sepi datang sendiri
Padaku yang masih terabisi
Sambil angin membelai
Kata-kata itu nanti kumaknai

Kemana

Lautan berhembus, dan aku
Menunggu cita yang datang
Dari burung-burung dan dari hembusan angin

Hingga mentari condong
Menelan terik
Mengusik ombak
Menatap kegelapan

Dia belum datang
Setelah burung mengabarkan
Aku menunggunya
Kemana dia pergi ?

Kunci Kata

senja pada gerimis
mengantarkanku pada putaran dunia
mata terpejam
dan aku mulai menatap

memandangi banyak kata
bahkan kalimat-kalimat
yang ku tak tahu maknanya

didepanku
di belakangku, di sampingku
di atasku, di bawahku

satu kunci kata
kutemukan terpampang
segaris dengan tatapanku

lalu kupasang
layaknya puzzle di dunia

aku temukan semuanya
makna dari kata-kata
yang semula pernah tanda tanya

aku takkan menghilang
kata-kata takkan menghilang

Kosong

pandangan kosong
tak ada makna
hanya untuk berpura-pura

bukan hati yang berbuat
cuma dua bola mata itu

menatap seraya memikirkan sesuatu
tapi bukan untuk yang dipandang

padangan kosong
seraya penat tak hilang
membuat rencana pula

padangan kosong
menatap sesuatu
kemudiian …

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.